POLA KOMUNIKASI GURU PEMBIMBING ASRAMA DENGAN SANTRI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DI ASRAMA AL-FAJR MA’HAD AL-ZAYTUN INDRAMAYU
Kata Kunci:
Pola komunikasi, Guru, Kedisiplinan santri, Asrama.Abstrak
Pesantren menghadapi banyak tantangan dalam membentuk kedisiplinan santri karena memang pesantren berfokus dalam penanaman karakter yang baik kepada santri. Pola komunikasi memainkan peranan penting dalam menanamkan dan pembentukan kedisiplinan santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi guru pembimbing asrama dengan santri dalam pembimbingan di asrama serta untuk mengetahui pola komunikasi yang dapat meningkatkan kedisiplinan di Asrama Al-Fajr Ma’had Al-Zaytun Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang melibatkan pengamatan langsung dan interaksi dengan subjek penelitian dalam lingkungan alami mereka. Proses pencarian data mengimplikasikan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pembimbing asrama dengan santri di Asrama Al-Fajr Ma’had Al-Zaytun berlangsung dalam berbagai bentuk pola komunikasi, mulai dari rantai, roda, Y, lingkaran, bintang, hingga rantai terputus, yang dipengaruhi oleh karakter guru dan kondisi santri. Secara umum, guru tidak hanya berperan sebagai pemberi instruksi, tetapi juga sebagai teladan, orang tua, kakak, dan teman bagi santri. Pola komunikasi yang paling efektif dalam meningkatkan kedisiplinan adalah pola roda yang terstruktur, jelas, dan konsiten karena mampu menjaga otoritas sekaligus menyesuaikan pendekatan personal.
Kata Kunci: Pola komunikasi, Guru, Kedisiplinan santri, Asrama.
Unduhan
Referensi
Alaslan, A., Amtai, & dkk. (2023). Metode penelitian kualitatif (H. Achmad, Ed.; Edisi pertama). Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia (PRCI).
Dimiah, D. (2024). Pola komunikasi direktur dengan tutor dalam meningkatkan motivasi warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Zaytun [Skripsi, Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia].
Habibah, U. (2019). Komunikasi dan kedisiplinan.
Nazari, A. K., & Utami, R. D. (2022). Peran guru dalam melaksanakan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 6655–6664. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.2963
Negara, A. H. S., Waston, H., Hidayat, S., & Mulkhan, A. M. (2024). Development of religious character to improve the effectiveness of teacher and student communication [Desenvolvimento do caráter religioso para melhorar a eficácia da comunicação de professores e estudantes / Desarrollar el carácter religioso para mejorar la efectividad de la comunicación entre profesores y estudiantes]. Revista de Gestão Social e Ambiental, 18(6), 1–26. https://doi.org/10.24857/rgsa.v18n6-037
Priarni, R. (2018). Komunikasi, pendidikan agama Islam. Jurnal Inspirasi, 189–206.
Siti Saniah, A. B. (2017). Komunikasi interpersonal guru bahasa di Jerman [Language teacher interpersonal communication in Germany]. GEMA Online Journal of Language Studies, 17(2), 245. https://doi.org/10.17576/gema-2017-1702-14
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Tabet, C. (2023). Teachers’ perception regarding martial arts taekwondo training to reduce school violence: A qualitative case study (Order No. 30989671) [Disertasi, Publicly Available Content Database]. ProQuest. https://www.proquest.com/dissertations-theses/teachers-perception-regarding-martial-arts/docview/3039695344/se-2
Zamiyenda, R., Jaruddin, & Suarja, S. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan peserta didik di kelas XII SMA PGRI 4 Padang. Jurnal Wahana Konseling, 5(2).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Journal of Islamic Studies

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.